15 Kasus Pembunuhan yang Membuat Heboh Indonesia Sepanjang Tahun 2016

Topik Nusantara

15 Kasus Pembunuhan yang Membuat Heboh Indonesia Sepanjang Tahun 2016

Sepanjang tahun 2016 telah terjadi beragam kasus pembunuhan yang menggegerkan publik, baik dari segi cara membunuhnya hingga siapa di balik pembunuhnya.

Sebagian besar pemberitaan bahkan habis-habisan mengekspose kasus pembunuhan yang dianggap sadis dan heboh itu.

Mulai dari kasus pembunuhan Yuyun yang mendapat perhatian setingkat menteri, hingga kasus pembunuhan sadis dosen yang dibunuh mahasiswanya sendiri.

Berikut 16 kasus pembunuhan sadis terheboh sepanjang 2016:

1. Siswi SMP Bernama Yuyun Diperkosa 14 Pria Sampai Mati

Yuyun yang merupakan siswi SMP Negeri 5 Padang Ulak Tanding, Bengkulu diperkosa 14 pria mabuk pada hari Sabtu, 2 April 2016. Enam pemerkosa Yuyun merupakan anak di bawah umur, dua di antaranya siswa SMP.

Sebelum para pelaku memperkosa Yuyun, mereka terlebih dahulu menonton video porno dan mengonsumsi minuman keras (miras) jenis tuak sebanyak 14 liter.

Yuyun lantas diperkosa ke kebun karet. Pelaku mencekik leher Yuyun dan menghantamkan sebatang kayu ke kepalanya hingga pingsan. Saat itulah, para pelaku leluasa perkosa Yuyun. Selanjutnya, pelaku membuang jenazah Yuyun.

2. Eno Parinah Diperkosa, Kelaminnya Ditusuk Cangkul Sampai ke Paru

Eno Parinah (19), karyawati PT Polyta Global Mandiri Tangerang Banten, diperkosa 3 pelaku secara bergantian pada Kamis malam (12/5/2016). Setelah diperkosa, Eno Parinah dibunuh secara sadis dengan menancapkan gagang cangkul ke kelamin korban.

Pelaku pemerkosa dan pembunuh Eno Parinah merupakan siswa SMP. Dia adalah RA, usianya masih 15 tahun. Satu pelaku lainnya adalah pria beristri dan memiliki pacar alias selingkughan di PT Polyta Global Mandiri.

3. Mahasiswa Gorok Dosen UMSU saat Hardiknas

Mahasiswa menggorok dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) tepat di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Senin, 2 Mei 2016 sore.

Pembunuhan dosen UMSU dilakukan di kamar mandi kampus di Jalan Mukhtar Basri Medan. Korban pembunuhan sadis itu yakni dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Penbdidikan (FKIP) UMSU. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Imelda Medan, namun nyawanya tidak tertolong.

Pelaku membunuh mantan Dekan FKIP UMSU itu karena kesal sering dimarahi korban. Selain itu, pelaku dendam lantaran korban mengancam akan memberikan nilai buruk kepadanya.

Korban dibunuh saat hendak berwudhu di kamar mandi untuk melalsanakan ahalat Ashar. Saat itu, pelaku mengikuti korban dari belakang, kemudian masuk ke toilet korban dan mengunci pintu dari dalam. Pelaku lantas menggorok leher korban hingga tewas.

4. Mahasiswi UGM Tewas dibunuh di Toilet Kampus

Mahasiswi UGM, Feby Kurnia (19) dibunuh di toilet kampus. Mahasiswa UGM asal Batam itu dicekik oleh petugas kebersihan kampus bernama R. Eko Agus Nugroho (26), Kamis 28 April 2016). Namun, Feby Kurnia tidak kunjung kembali.

Warga Dusun Jati, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta itu menghabisi nyawa korban karena tergiur ponsel dan sepeda motor milik korban. Setelah, membunuh Feby Kurnia, Agus memasukkan jenazah Feby Kurnia ke dalam toilet dan menguncinya.

5. Agus Mutilasi Wanita Hamil Jadi 5 Bagian

Kusmayadi bin Dulgani alias Agus (31) memutilasi pacarnya yang sedang hamil, Nur Atikah (33). Atikah yang merupakan janda anak dua dibunuh di kamar kontrakannya di Kampung Telaga Sari, Desa Telaga Sari, RT 12 RW 01, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten.

Jenazah Atikah baru ditemukan dalam kondisi membusuk Rabu, 13 April 2016. Agus nekat membunuh Atikah karena kesal didesak korban segera menikahinya. Agus lantas mencekik korban hingga tewas.

Selanjutnya, Agus memutilasi korban dengan memotong tangan kiri dan kanan korban. Selain itu, Agus juga memotong kaki kiri dan kanan Atikah dengan menggunakan golok dan gergaji.

6. Rudding Bunuh Anak Kandung, Otak Dikeluarkan dari Kepala

Warga Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama Jamaluddin alias Rudding (36), membunuh anaknya sendiri dan mengeluarkan otak sang anak dari kepalanya.

Pembunuhan sadis itu terjadi di rumah Rudding, Kampung Bulu-bulu, Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Kamis, 5 Mei 2016) sekitar pukul 07.30 Wita.

Rudding membunuh anaknya, Muhammad Ali (5) saat sedang tidur. Muhammad Ali dihantam dengan benda tumpul, selanjutnya dianiaya menggunakan tabung gas elpiji 3 Kg.

7. Oknum Polisi Mutilasi Dua Anak Kandungnya di Rumah Dinas

Anggota Satuan Intelkam Polres Melawi, Kalimantan Barat (Kalbar) Brigadir Petrus Bakus membunuh dan memutilasi dua anak kandungnya di rumah dinasnya, Jumat, 26 Februari 2016 dinihari.

Brigadir Petrus membunuh dan memutilasi dua anak kandungnya di dalam kamar di rumah dinasnya di Aspol Polres Melawi Gang Darul Falah, Desa Paal, Kecamatan Nanga Pinoh. Dua anak Brigadir Petrus yakni Fabian (4) dan Amora (3).

8. Pembina Pramuka Dibunuh, Mayatnya Dibakar di Bukit Dua Belas

Pembina pramuka, Asbullah (21) dibunuh, mayatnya dibakar di Ai Molili Bukit Dua Belas, perbatasan Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Mayat Asbullah ditemukan warga Dusun Pinyongek, Desa Ranjo Batu, Kecamatan Muara Sipongi, Mandailing Natal Sumatera Utara, Senin, 1 Februari sekitar pukul 06.30 WIB

Posisi mayat berada di pinggir jalan lintas sumatera (Jalinsum). Dugaan sementara, mayat pembina pramuka tersebut sengaja dibuang setelah dihabisi oleh pelaku.

Mayat warga perumahan Desa Relokasi Muara Sipongi itu pertama kali ditemukan warga Dusun Pinyongek, Parno (30). Namun sebelum ditemukan oleh Parno, warga bernama Yadni (50) sempat mendengar suara bisik-bisik yang diduga suara pelaku pada malam terjadinya pembunuhan.

9. Istri Simpanan Dicor Semen

Seorang istri simpanan bernama Atni dibunuh dan dicor dengan semen di Desa Hujan Mas, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Jenazah wanita 26 tahun itu ditemukan kepolisian terkubur di samping rumah pada Kamis (14/1/2016) sekitar pukul 17.00 Wita.

10. Usai berhubungan badan, Bella dicekik hingga tewas.

Kasat Reskrim Polres Jaksel, AKBP Eko Hadi Santoso mengungkapkan Bella Oktaviani dibunuh teman prianya, MF (23) dengan cara dicekik. Hal itu sesuai dengan hasil visum dan pengakuan pelaku MF.

Pelaku MF mengaku mengenal Bella melalui media sosial sejak tahun 2015. Pelaku dan korban intens melakukan komunikasi lewat media sosial (medsos) hingga akhirnya sepakat untuk bertemu.

MF mengatakan, sebelum bertemu, Bella Oktaviani meminta sejumlah uang kepada pelaku. Permintaan Bella dipenuhi pelaku. Keduanya lantas janjian bertemu di Hotel Sentra Boutique, Cipulir, Jakarta Selatan.

Saat bertemu, Bella Oktaviani dan pelaku sempat berhubungan badan. Setelah memadu kasih, keduanya cekcok lantaran korban cemburu melihat pelaku membalas chat dari wanita lain yang masuk di ponselnya.

11. Dosen di Manado dibunuh selingkuhannya

Pembunuhan dosen salah satu universitas negeri di Manado, Nur Panelewen (47) mengejutkan banyak orang. Dosen Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado itu dibunuh pacarnya, ISN alias Irfan (40) di Hotel Sahid Manado, tepatnya di dalam kamar 307, Sabtu (23/7/2016).

Pelaku nekat membunuh korban lantaran cemburu. Pasalnya, korban menyebut nama pria lain saat sedang memadu kasih di kamar hotel. Pelaku memukul dan membekap wajah korban hingga meregang nyawa.

12. Alika dibunuh, pelaku berbohong bilang Alika bau badan

Alika tewas digorok oleh pisau tenggorokannya hingga putus. Berdasarkan keterangan polisi, Syahrul Sidik memang benar telah merencanakan pembunuhan terhadap Alika. Sementara motif dikatai bau badan selama ini ternyata hanya alibi yang dibuat-buat Syahrul semata.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes,Awi Setiyono menegaskan motif Syahrul membunuh Alika karena membutuhkan materi yang dimiliki Alika untuk membayar utang.

13. Bocah empat tahun diperkosa, lantas dibakar hidup-hidup

Fakta-fakta pembunuhan Neysa Nur Azlya mulai terungkap. Bocah empat tahun asal Sangkulirang, Kutai Timur, Kalimantan Timur itu dibunuh tetangganya sendiri, Jurjani alias Ijur (45).

Ijur telah menjalani serangkaian prarekonstruksi di Polres Kutai Timur (Kutim) Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (19/7). Dalam prarekonstruksi itu, pelaku memeragakan ketika memperkosa dan membakar korban hidup-hidup hingga tewas.

14. Farah Nikmah dibunuh, mayatnya dimasukan dalam koper lalu dibuang di jalan tol

Farah dibunuh teman kencannya, Calvin usai melakukan hubungan badan dengan tarif Rp 4 juta.

Farah kencan dengan Calvin di Apartemen Mediterania Marina Tower B, lantai 27 unit BJ, Pademangan, Jakarta Utara, pada Jumat malam (8/7/2016). Usai kencan, keduanya tidur sampai pagi.

Keesokan harinya, Calvin kembali mengajak Farah berhubungan badan, tapi Farah menolaknya sambil berkata ‘Kamu keluarnya cepet, ngapain diterusin lagi, lagian saya juga sudah dicari orangtua saya’.

Ucapan dan penolakan Farah Nikmah Ridallah membuat Calvin sakit hati. Calvin lantas membunuh Farah secara spontan.

15. Dimas Kanjeng heboh karena diduga menjadi otak pembunuhan jamaahnya sendiri

Dimas Kanjeng Taat Pribadi menjadi bahan pemberitaan terheboh setelah diduga menjadi otak pembunuhan salah satu jamaahnya sendiri. Namun yang menjadikannya heboh adalah kemampuannya yang dianggap mampu menggandakan uang.

Sidang pun akan digelar. Kepolisian menerjunkan 500 personelnya untuk pengamanan sidang pembunuhan Ismail Hidayah dan Abdul Ghani, Kamis (3/11/2016)

Gabungan anggota Polres Probolinggo dan Polda Jatim akan ditempatkan di Pengadilan Negeri Kabupaten Probolinggo.

Ketujuh tersangka pembunuhan terhadap pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi telah siap disidangkan.

Persidangan tersebut akan menyedot perhatian publik. Rencananya, sidang akan dilakukan secara bergantian di ruangan berbeda dengan majelis hakim berbeba pula.

Ketujuh terdakwa ini diantaranya, Wahyu Wijaya, Mishal Budianto, Tukijan, Achmad Suryono, Wahyudi, dan Suari alias Samsudi.

Menurut Kapolres Probolinggo, AKBP Arman Asmara Syarifudin untuk terdakwa Wahyu Wijaya terdapat dua berkas kasus pembunuhan berbeda.

Yakni pembunuhan terhadap Ismail Hidayah dan Abdul Ghani.

Sementara, Dimas Kanjeng, sang Guru Besar Padepokan Dimas Kanjeng merupakan otak kasus tersebut.

Komentar
To Top