5 Peristiwa politik Indonesia paling menyita perhatian di 2016

5-peristiwa-politik-indonesia-paling-menyita-perhatian-di-2016
Topik Nusantara

5 Peristiwa politik Indonesia paling menyita perhatian di 2016

Ada saja peristiwa yang bikin heboh sepanjang 2016. Termasuk peristiwa politik yang jadi sorotan masyarakat karena menuai kontroversi. Peristiwa politik makin heboh setelah reshuffle kabinet II. Presiden Joko Widodo pun mendapat sejumlah kritikan dari berbagai kalangan.

Selain isu terorisme, sosial-budaya, agama, politik merupakan topik yang paling menyita perhatian publik. Berikut kami himpun dari berbagai sumber, Rabu (28/12) peristiwa politik Indonesia sepanjang tahun 2016 yang paling menyita perhatian.

1. Pergantian Ketua DPR

Pada 11 Januari lalu Ade Komarudin resmi dilantik sebagai Ketua DPR. Politikus dari partai Golkar ini ditunjuk untuk menggantikan Setya Novanto yang mundur karena terjerat kasus PT Freeport atau juga dikenal sebagai ‘Papa Minta Saham’. Namun,  posisi ketua DPR diberikan lagi kepada Setya Novanto untuk sisa masa jabatan tahun 2014 – 2019 pada 30 November.

2. Pergantian Kapolri

Awal Juni, isu pergantian Kapolri  Jenderal (Pol) Badrodin haiti terus merebak. Namun, pengganti Badrodin, Wakil Kepala Polri Komjen Pol. Budi Gunawan terlibat kasus penerimaan dugaan suap saat menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier di Mabes Polri pada tahun 2003-2006. Meski status tersangka BG kemudian dianulir oleh hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam gugatan praperadilan.

Presiden pun menuai kritik dari aktivis antikorupsi untuk segera bertindak. 15 Juni, Presiden Joko Widodo mengirim surat kepada DPR menunjuk Komjen Pol Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Badrodin Haiti yang akan segera pensiun. Ini mematahkan tradisi senioritas di tubuh Polri karena Tito lebih dipilih ketimbang para seniornya bepangkat tiga bintang yang berjumlah 7 orang.

3. Reshuffle Kabinet Jilid II

Presiden Joko Widodo mengumumkan reshuffle Kabinet Kerja jilid II pada 27 Juli. Jokowi merombak posisi 12 menteri dan satu kepala badan. Perombakan kabinet jilid II ini pun menuai pro kontra baik dari kalangan politisi maupun masyarakat umum. Reshuffle kabinet jilid II ini juga dianggap sebagai bagi-bagi porsi kepada sejumlah partai politik.

4. Skandal Arcandra Tahar

Penunjukan Arcandra Tahar di kabinet Jokowi sempat membuat gaduh orang Indonesia. Dalam reshuffle jilid II ia ditunjuk sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggantikan Sudirman Said. Namun, 20 hari masa kerjanya, isu status kewarganegaraan Arcandra Tahar muncul di media sosial. Ia diduga telah menjadi warga Amerika Serikat karena telah memiliki paspor AS. Pada 15 Agustus Presiden Jokowi kemudian memberhentikannya dari jabatan menteri ESDM karena sudah menjadi warga Amerika.

Melalui proses hukum, pemerintah lalu memutuskan bahwa Arcandra berstatus warga negara Indonesia. Tepat dua bulan meninggalkan jabatan menteri, ia dipanggil kembali masuk kabinet sebagai wakil menteri mendampingi Iganasius Jonan sebagai menterinya. Pelantikan keduanya dilakukan pada 14 Oktober 2016.

5. Kasus penistaan Agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

27 September lalu, Ahok melakukan kunjungan kerja di Kepulauan Seribu. Namun siapa sangka pernyataannya tentang Surat Al-Maidah 51 meyeretnya ke ranah hukum dengamn tudingan dugaan penistaan agama. Meskipun pada 10 Oktober Ahok telah meminta maaf, demonstrasi besar-besaran tetap terjadi sampai tiga kali. Ahok, ditetapkan tersangka dan kini kasusnya sudah mulai disidangkan.

TopikIndo Sharing

Ingin menulis di TopikIndo.com? Kirimkan ke redaksi@topikindo.com
1. Lengkapi dengan biodata singkat dan akun Twitter di bawah tulisan
2. Minimal 900 kata, ditulis pada file Ms. Word
3. Tulisan belum pernah dipublikasikan di media apapun (blog, website, forum, dll)
4. Tambahkan alamat lengkap dan nomor HP (tidak dipublikasikan)

Komentar
To Top

Pin It on Pinterest