Topik Tips & Trik

Aplikasi Clubhouse, Media Sosial Obrolan Suara yang Viral

Dilansir dari The Guardian, Clubhouse dikembangkan oleh pengusaha Silicon Valley, Paul Davison dan mantan karyawan Google Rohan Seth.

Clubhouse adalah aplikasi jejaring sosial berbasis obrolan audio. Pengguna dapat mendengarkan percakapan, wawancara, dan diskusi dengan berbagai topik.

Aplikasi yang diluncurkan Maret 2020 ini, pada Mei 2020 telah memiliki 1.500 pengguna, dan bernilai 100 juta dollar AS.

Kemudian update hingga 1 Februari 2021, Clubhouse telah memiliki 2 juta pengguna.

Setelah mengumpulkan dana baru sejak diluncurkan, Clubhouse kini bernilai 1 miliar dollar AS, dan dianggap sebagai startup Unicorn seperti AirBnb, Uber, dan SpaceX.

Cara kerja Clubhouse

Clubhouse menciptakan tempat di mana orang dapat bertemu untuk menjadi host, mendengarkan, atau bergabung dengan percakapan dalam aplikasi komunitas.

Dilansir dari Business Today, pengguna akan diberikan daftar room atau ruang, serta daftar yang menunjukkan siapa yang ada di setiap ruang.

Seseorang dapat bergabung dengan ruang obrolan yang ada atau dapat memulai ruang mereka sendiri, mengundang orang baru dan memulai percakapan baru.

Setiap ruang memiliki moderator, pembicara, dan pendengar. Moderator mengontrol siapa yang mendapat hak istimewa berbicara. Pendengar juga dapat “mengangkat tangan” untuk berbicara.

Hanya untuk iPhone

Clubhouse saat ini hanya tersedia untuk pengguna iPhone. Meskipun demikian, pengguna tidak bisa begitu saja mengunduhnya dari App Store dan membuat akun.

Namun pengguna harus diundang untuk bergabung dengan anggota yang sudah ada.

Pengguna harus bergabung secara langsung atau live karena percakapan tidak dapat disimpan. Siapa pun yang ingin bergabung harus diundang oleh seseorang yang sudah memiliki akun.

Public Figure Indonesia

Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Indonesia, Wishnutama Kusubandio menjadi salah satu figur yang ikut menggunakan aplikasi Clubhouse.

Wishnutama yang saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama Telkomsel ini hadir dalam salah satu acara diskusi berjudul “Ngobrol seru bahas startup” di Clubhouse pada Jumat (12/2/2021) lalu.

Selain Wishnutama, sesi bincang-bincang itu juga dihadiri oleh Willson Cuaca (Co-founder perusahaan modal ventura East Ventures), William Tanuwijaya (Founder Tokopedia), dan Prabu Revolusi (juru bicara Wishnutama saat menjadi Menparekraf).

Salah satu pengguna Clubhouse yang hadir dalam sesi bincang-bincang itu juga mengabadikan momen dan menguggahnya di Twitter.

“Bisa sepanggung di Clubhouse bareng orang-orang hebat di Indonesia. Thank you much,” kicau akun dengan hadle @byotenega lengkap beserta video singkat berdurasi 21 detik.

Komika Pandji Pragiwaksono juga baru-baru ini mengunggah sebuah kicauan yang berisi tautan diskusi di aplikasi Clubhouse. Pandji bersama Faldo Maldini dan Rian Ernest, melakukan bincang-bincang terkait isu politik.

Sesi diskusi bertajuk “Gosip Politik with Pandji, Faldo, Rian” ini akan disiarkan langsung pada Kamis (18/2/2021) pukul 21.00 WIB.

Sebelumnya, Faldo Maldini juga sempat hadir didiskusi bertajuk “Politik Tengah Malam: Buzzer, Media dan Demokrasi” pada Selasa (16/2/2021).

Ngobrol soal film hingga sendal

Selain soal startup dan politik, beberapa pelaku industri perfilman Indonesia juga terlihat memanfaatkan aplikasi ini untuk melakukan diskusi.

Sebut saja sutradara Joko Anwar dan Ernest Prakasa, hingga aktor Dennis Adishwara.

Selain itu, sejumlah influencer dan kreator konten Indonesia juga terlihat mengadakan ngobrol santai lewat aplikasi besutan Paul Davision dan Rohan Seth ini.

Misalnya, Arief Muhammad yang mengadakan bincang-bincang berjudul “Kenapa orang kaya pakai sendal dalam rumah?” baru-baru ini.

Sesi ngobrol santai itu juga dihadiri sederet orang-orang beken Indonesia lainnya, seperti Founder Tokopedia William Tanuwijaya, Direktur Indofood Axton Salim, hingga anak konglomerat James Riady yakni Henry Riady.

Selain itu, musisi Isyana Saravati, Vidi Aldiano, Nino Kayam (RAN), Ilman Ibrahim (Maliq & D’Essentials), hingga YouTuber Jerome Polin Sijabat juga turut meramaikan sesi ngobrol santai tersebut.

Menurut akun @ainunnajib, bincang-bincang tersebut didengarkan oleh 6.000 pengguna Clubhouse lainnya.

“Cuma @Poconggg (akun Arief Muhammad) yang bisa ngajak konglomerat Indonesia ngobrol gajelas sambil bercanda dan didenger 6 ribu orang. The Clubhouse effect!” kicau akun @Derryace.

Cara Dafta Clubhouse

Untuk kalian yang berminat bergabung dengan media sosial ini, ada beberapa hal yang perlu diketahui.

Pertama, sejauh ini, baru pengguna smartphone dengan sistem operasi iOS 13 dan yang lebih baru saja yang bisa mengunduh aplikasi ini.

Pengguna Android tampaknya harus menunggu lebih lama. Hal ini lantaran aplikasi untuk versi Android tengah dikerjakan. Belum ada keterangan spesifik terkait proses atau jadwal perilisan Clubhouse versi Android.

Kendati pengguna iOS dapat mengunduh aplikasi Clubhouse, tidak ada jaminan bahwa mereka dapat langsung bergabung dengan aplikasi tersebut.

Ini dikarenakan untuk bergabung, Peminat yang belum memiliki akun harus mendapat undangan terlebih dahulu dari orang yang sudah menjadi anggota Clubhouse sebelumnya.

Pengundang harus memiliki nomor telepon orang yang akan diundang, untuk dikirimi pesan berisi tautan ke situs Clubhouse. Di sini, calon pengguna bisa membuat akun dengan nomor telepon tadi.

Karena aplikasi ini eksklusif hanya ada di iOS dan memerlukan undangan keanggotaan, jumlah pengguna Clubhouse saat ini masih bersifat terbatas.

Aplikasi Clubhouse, Media Sosial Obrolan Suara yang Viral
To Top