Berstatus Terdakwa, Peluang Ahok di Pilgub DKI Kian Berat

Topik Nusantara

Berstatus Terdakwa, Peluang Ahok di Pilgub DKI Kian Berat

Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai status terdakwa pada calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan mempersulit dirinya untuk maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017.

“Jelas status titel terdakwa yang disandang Ahok, mempersulit ia maju. Berbeda kalau Ahok tanpa status terdakwa,” ucapnya.

Menurut Direktur Eksekutif Voxpol Center ini, kasus Ahok menistakan agama membuat kredibitas dan kepercayaan masyarakat Jakarta menjadi menurun. Bahkan, lanjut Pangi, elektoral tim mantan Bupati Belitung Timur itu pun menjadi roboh.

“Dipastikan Ahok mulus melenggang kembali menjadi gubernur DKI Jakarta. Kalau dari pendekatan kinerja, prestasi sulit dikalahkan kontestan lain. Tapi, peristiwa hukum pulau seribu merobohkan bangunan elektoral Ahok itu sendiri,” paparnya.

Hal tersebut ia katakan berdasarkan hasil survei yang menunjukkan kredibilitas Ahok semakin turun di mata masyarakat pascakasus penistaan agama. “Terbukti dari lima hasil lembaga survei nasional. Ahok hanya menang di satu lembaga survei, sementara di tempat lembaga survei lainnya kalah,” tutupnya.

Berikut cuplikan pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu menistakan kitab suci Alquran:

“Ini kan dimajuin, jadi kalau saya tidak terpilih pun, saya berhentinya Oktober 2017. Jadi, kalau program ini kita jalankan baik, saya yakin bapak ibu masih sempat panen sama saya sekalipun saya tidak terpilih jadi gubernur. Jadi cerita ini supaya bapak ibu semangat, jadi nggak usah pikiran, ‘Ah, nanti kalau nggak terpilih, pasti Ahok programnya bubar.’ Enggak, saya sampai Oktober 2017.

 

Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya ya kan? dibohongi pakai Surat Al-Maidah 51, macam-macam itu. Itu hak bapak-ibu ya. Jadi kalau bapak-ibu perasaan enggak bisa kepilih nih, karena saya takut masuk neraka karena dibodohin gitu ya, enggak apa-apa.

 

Karena ini kan panggilan pribadi bapak-ibu. Program ini jalan saja. Jadi bapak-ibu enggak usah merasa enggak enak. Dalam nuraninya enggak bisa milih Ahok, enggak suka sama Ahok nih, tapi programnya gua ga terima ga enak dong, jadi utang budi, janganbapak ibu punya perasaan ga enak, nanti mati pelan- pelan loh kena stroke.”


Komentar
To Top