Facebook menuding skandal kebocoran data Negara

Topik Dunia

Facebook menuding skandal kebocoran data Negara

Facebook menuding skandal kebocoran data Negara

Topikindo.com– Facebook menuding skandal kebocoran data yag belakangan terjadi sebagai tindakan penyebar spam. Tudingan tersebut dikaitkan dengan kebocoran 30 juta data pengguna Facebook yang baru-baru ini terjadi.

Seorang sumber yang identitasnya dirahasiakan kepada Wall Street Journal mengatakan Facebook menengarai penyebar spam sebagai dalangnya dan tak ada kaitannya dengan perbuatan suatu bangsa.

Pelaku ditengarai mencuri data untuk mengumpulkan uang melalui iklan dan tak berafiliasi dengan negara tertentu

Investigasi internal meyakini orang-orang di balik peretasan terakhir merupakan sekelompok penyebar spam di platform Facebook dan Instagram. Pelaku ditengarai menampilkan diri mereka sebagai perusahaan pemasaran digital.

Sebelumnya pada Jumat lalu, Facebook mengungkap adaya pencurian token digital ke 30 juta akun. Peretas diketahui berhasil mengendalikan 400 ribu akun. Token digunakan untuk masuk ke akun Facebook tanpa perlu mengetikkan kata sandi.

Vice president of product management Facebook Guy Rosen dalam blog resmi perusahaan mengatakan pihaknya menemukan ada lonjakan aktivitas tak biasa mulai 14 September lalu. Temuan tersebut mendorong perusahaan melakukan investigasi lebih lanjut.

Pada 25 September lalu, Facebook menarik kesimpulan bahwa lonjakan aktivitas tersebut tak lain adalah upaya peretasan dan mengambil alih sejumlah akun. Perusahaan menyatakan komitmen untuk memperbaiki kerentanan tersebut

Kami bekerja sama dengan FBI untuk menyelidiki secara aktif. Kami diminta untuk tidak membahas tudingan mengenai dalang di balik serangan ini,” tulis Rosen seperti mengutip CNBC.

Dari 30 juta data yang berhasil diakses, Facebook mencatat 14 juta diantaranya berhasil mengakses informasi alamat tempat tinggal, status hubungan, agama, hingga history pencarian pada perangkat yang dipakai.

Sejumlah informasi personal seperti username, gender, bahasa yang digunakan, status hubungan, agama, kampung halaman, kota kelahiran, tanggal lahir, perangkat yang digunakan untuk mengakses Facebook, latar belakang pendidikan, pekerjaan, 10 tempat terakhir yang dikunjungi berdasarkan cek in, situs, orang atau laman yang diikuti, dan 15 pencarian terbaru disebut juga berhasil diakses oleh peretas

Komentar
To Top