Guru Cantik ini Kirim Surat Mengharukan ke Lionel Messi

Topik Olahraga

Guru Cantik ini Kirim Surat Mengharukan ke Lionel Messi

Wanita Cantik ini Kirim Surat untuk Messi, ini Isinya

topikindo.com – Seorang guru di Argentina yang berna Yohana Fucks menulis surat terbuka untuk Lionel Messi. Wanita itu menulisnya di halaman Facebook pribadi untuk meminta sang kapten urungkan niat pensiun.

Kekalahan Argentina dari Chile di final Copa America Centenario 2016 membuat Messi frustrasi dan mengambil keputusan untuk gantung sepatu dari tim nasional. Kabar tersebut pun membuat dunia tertegun.

Hal itu bukan serta merta berbicara mengenai satu laga final, melainkan tiga laga final yang gagal dimenangkan Messi bersama Argentina dalam tiga tahun terakhir. Akibat keputusan tersebut ada satu sosok wanita yang merasa sangat terpukul, yaitu seorang guru yang bernama Yohana Fucks dari Argentina.

Dia bahkan sampai membuat satu surat terbuka untuk Messi agar membatalkan niatnya gantung sepatu dari timnas Argentina. Yohana sejauh ini tampak sulit membayangkan bagaimana sang mega bintang yang sudah diidolakan muridnya ternyata menyerah pada keadaan. Berikut petikan surat terbuka untuk Messi dari Yohana.

Lionel Messi,

“Anda mungkin tidak akan pernah membaca surat ini. Tapi, saya akan terus menuliskan hal yang sama, bukan sebagai fan sepakbola, tapi sebagai seorang guru dari Argentina, profesi yang saya pilih dan cintai, sebagaimana profesi yang Anda pilih dan cintai.

Saya bisa saja menulis buat Anda tentang bakat besar Anda di olahraga paling populer di negara kami, saya bahagia karena menjadi salah satu dari generasi yang cukup beruntung melihat Anda menunjukkan magis dengan sepatu Anda, atau tentang kekaguman pada diri Anda yang terpancar dari seluruh penjuru dunia. Namun, ini semua sepertinya sudah klise. Sebaliknya, saya akan menulis tentang bantuan Anda dalam sebuah tantangan besar, lebih dari sekadar apa yang pernah Anda hadapi. Saya ingin Anda membantu saya dalam misi sulit, membentuk sikap para anak-anak yang melihat Anda sebagai seorang pahlawan dan teladan terbaik.

Tidak penting, berapa banyak cinta dan dedikasi yang saya keluarkan dalam pekerjaan saya. Saya tidak akan pernah merasakan dari murid-murid saya sebagaimana mereka begitu memuja diri Anda. Sekarang, mereka akan melihat idola terbesar mereka menyerah. Saya mohon, janganlah menyerah untuk orang-orang medioker, mereka yang frustrasi dengan berjuta mimpi yang tak mampu digapai dalam sepakbola, mereka yang berbicara tentang segala hal, mudah saja karena itu adalah suatu hal yang gampang untuk dilakukan. Kendati ada jarak di antara kita, dengarkanlah ini dari seorang guru yang selalu berurusan dengan kebiasaan buruk orang-orang Argentina, berpikir bahwa pekerjaan lain itu gampang, berpikir mencetak gol itu semudah membangun rumah atau masa depan bagi seseorang. Ini seperti doktrin yang bisa membuat orang terjatuh, atau berubah menjadi hakim arogan dengan penghinaannya terhadap kinerja orang lain. Hanya menghargai kemenangan dan mencap kesalahan sebagai kegagalan. Sebab kesalahan yang sama membuat kami menjadi manusia, dan terus membuat kami belajar dan belajar.

Jangan berhenti, jangan biarkan murid-murid saya berpikir jika negara ini hanya peduli tentang kemenangan dan menjadi yang pertama. Jangan tunjukkan ke mereka jika Anda tidak peduli seberapa sukses hidup Anda. Anda tidak akan pernah berhasil membuat seluruhnya bahagia. Jangan mengirim pesan keliru seperti ini, kendati banyak menghadapi kegetiran. Berjuanglah dari usia muda untuk menjadi seorang jawara hari ini. Orang-orang yang diterpa kritik datangnya dari orang-orang iri yang berusaha menjadi seperti Anda.

Jika ada yang seperti Anda, yang memiliki keluarga di samping Anda, yang memiliki kekayaan pribadi begitu besar dan dukungan yang amat banyak dari orang-orang, lalu tidak mampu menghadapinya, bagaimana bisa melalui lika-liku perjuangan setiap harinya?

Saya tidak berbicara kepada murid-murid saya tentang betapa luar biasanya Messi memainkan sepakbola, tapi saya bercerita bagaimana ribuan tendangan bebas yang Anda latih agar berhasil menempatkan bola di sudut-sudut gawang kiper. Saya memberitahu mereka tentang Messi yang tak kenal lelah mengejar mimpi. Messi yang dengan seluruh uangnya telah membantu anak-anak lain sebagaimana kondisi sulit yang pernah dirasakannya. Saya memberitahu mereka tentang Messi yang dewasa, seorang yang menjalani kehidupan berkeluarga dan berhadapan dengan pekerjaan paling penting di dunia, menjadi orng tua yang baik. Messi yang berhenti untuk fans yang mendekatinya di tengah pertandingan yang tak menyenangkan. Messi yang bahkan bisa gagal menendang penalti karena kesalahan kita sebagai manusia biasa, dan itu memperlihatkan ke mereka jika pemain terbaik sepanjang masa juga bisa tidak sempurna.

Jangan menyerah, jangan tanggalkan warna kebanggaan seragam negara ini, karena ketika Anda menarik seragam, Anda adalah seorang Argentina yang mewakili kita semua. Tidak semua dari kami menanti berbagai medali dan piala untuk merasa benar-benar bangga pada Anda sebagai bagian dari kami. Saya mohon, jangan buat murid-murid saya merasa menjadi yang kedua adalah sebuah kekalahan, bahwa nilai seseorang ditentukan dari seberapa banyak trofi di lemari mereka atau kekalahan dalam sebuah pertandingan menurunkan martabat.

Murid-murid saya perlu memahami bahwa pahlawan mulia, adalah mereka yang menjadi dokter, prajurit, guru atau pemain sepakbola, memberikan yang terbaik dari diri mereka untuk kebaikan orang lain. Sekali pun menyadari jika tak seorang pun akan menilai lebih mereka akan hal itu, menyadari jika mereka juara, itu akan menjadi milik semua orang, sementara jika mereka gagal, itu hanya akan menjadi kegagalan mereka sendiri, meski mereka selalu berusaha. Namun di atas semuanya, mereka memiliki sikap kepahlawanan dan keberanian, saat mereka bertarung dan menghadapi kekalahan, dengan gairah dan integritas, bahkan saat dunia mengatakan Anda tidak akan pernah berhasil.

Dan suatu hari nanti, mereka akan menikmati kemenangan terbesar, mereka akan merasa bahagia menjadi diri mereka sendiri dengan godaan yang harus mereka hadapi, agar tidak ada lagi kata menyerah. Semua orang berbicara mengenai sepakbola, tapi saya yakin dengan kekuatan jiwa Anda.”

Komentar
To Top