Jawa Barat Dapat Imej Kantong Pelaku Terorisme di Indonesia

Topik Nusantara

Jawa Barat Dapat Imej Kantong Pelaku Terorisme di Indonesia

Jawa Barat disebut sebagai daerah kantong para pelaku aksi teror menetap. Bahkan, para pelaku aksi teror mengalami perkembangan dengan adanya aksi lone wolf atau teroris tunggal.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan, eksistensi pelaku aksi teror kerap berpindah-pindah untuk mengembangkan jaringan.

“Kita katakan rawan karena (para pelaku) ini berpindah dan membuat (jaringan). Teroris ini ada jaringan-jaringan, yang ada di Jawa Barat ini ada sel-sel Jamaah Anshor Daulah (JAD) Bandung Raya,” ungkap Yusri saat dihubungi, Selasa, 11 Juli 2017.

Bahkan, lanjut Yusri, keberadaan jaringan yang berkiblat pada paham radikal ISIS itu, telah terdeteksi. “Yang coba membentuk sel sendiri tapi tetap berkiblat pada ISIS. Pada sel-sel tersebut sudah mapping oleh Densus 88,” katanya.

Namun, yang menjadi tantangan dalam penanganan ancaman teror kali ini, yaitu munculnya pola teroris tunggal dan menjadi atensi khusus aparat.

“Yang agak sedikit (susah) ini memang yang lone wolf ini, dia belajar dari internet sendiri dan kita tidak tahu (ruang geraknya). Bisa saja kita jadikan ancaman (baru) juga, kita enggak usah suudzon. Kita sudah punya tim cyber sendiri untuk mengejar, mencari mereka,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Anton Charliyan menilai, HUT Bhayangkara Polri ke-71 jadi momentum pemberantasan aksi terorisme di Jawa Barat lebih maksimal.

Menurutnya, dengan situasi saat ini, penanganan seluruh jajaran di daerah dalam menangkal aksi terorisme harus lebih ekstra.

“Saat ini bukan kondisi yang biasa-biasa. Tapi sebuah kondisi yang luar biasa. Jawa Barat, mau tidak mau salah satu kantong para teroris,” tegas Anton disela Upacara HUT Bhayangkara Polri ke-71 di Bandung Jawa Barat, Senin 10 Juli 2017.

Aksi teror di Jawa Barat kembali terungkap dengan tertangkapnya pelaku bom panci Agus Wiguna yang sehari-hari pedagang bakso dan menetap di Kampung Bereum RT 07/11 Kelurahan Sekejati Kecamatan Buah Batu Kota Bandung.

“Ini PR yang sangat berat, tapi insya Allah dengan seluruh dukungan, kita perangi bersama. Betul bahwa terorisme itu kejahatan luar biasa, tidak ada alasan apapun untuk terorisme,” katanya.

Komentar
To Top