Kaleidoskop 2016, 10 Wanita yang Paling Sering Jadi Berita

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menunggu detik-detik peledakan kapal nelayan asal Thailand di Selat Dempo, Kepri, Senin (9/2). Kapal bersama 12 nelayan asing itu ditangkap oleh Kapal Patroli (KP) Hiu 009 Bakorkamla saat menangkap ikan dengan jaring pukat harimau (trawl) di perairan Tambelan, Kepri bulan November 2014 lalu . ANTARA FOTO/Joko Sulistyo/ed/ama/15
Topik Dunia

Kaleidoskop 2016, 10 Wanita yang Paling Sering Jadi Berita

Nama dan kiprah 10 wanita ini menjadi buah bibir dan berita. Kontroversial dan fenomenal menjadi dua kata kunci yang membuat mereka menjadi pusat perhatian, baik di tingkat nasional maupun dunia. Siapa dan apa kiprah mereka, berikut ini cuplikannya.

Melania Trump (46), First Lady Amerika Serikat
Media menjulukinya ‘first lady AS paling glamor’ setelah Jackie Kennedy. Jumpsuit elegan berpotongan one-shoulder rancangan Ralph Lauren yang dikenakannya dalam pidato kemenangan Trump langsung menjadi sorotan media. Dibandingkan penampilan Michelle Obama dalam gaun merah-hitam rancangan Narciso Rodriguez di momen yang sama, 8 tahun lalu, harga gaun Melania yang mencapai 3.990 dolar AS itu memang membuat semua mata tertuju kepadanya.

Karin Novilda atau Awkarin (19), Vlogger
Tampilan seksi, tutur kata ceplas-ceplos, hingga gaya ‘keren’ merokok, jadi ciri khas vlogger @Awkarin. Bagi beberapa remaja, ia keren. Tapi, tidak bagi sebagian wanita yang khawatir Awkarin akan memberikan dampak negatif pada anak-anak mereka yang berujung laporan KPAI ke Kemenkominfo untuk memblokir konten @Awkarin. Namun, penentangan KPAI pada Awkarin dinilai para aktivis hak perempuan sebagai upaya mengontrol tubuh dan seksualitas wanita. Daripada mencoba ‘mengontrol’ Awkarin, bagi para aktivis lebih baik masyarakat diedukasi untuk tidak mengkriminalisasi orang lain secara sepihak.

Haben Girma (28), Pengacara
Ia adalah wanita pertama penyandang buta tuli lulusan sekolah hukum Harvard yang kini berkarier sebagai pengacara di lembaga non-profit Disability Rights Advocates di California. Dalam usahanya untuk membuka akses bagi penyandang buta-tuli lainnya di dunia hukum, wanita keturunan Afrika-Amerika itu baru-baru ini bertemu mantan orang nomor satu AS, Barack Obama di selebrasi 25 tahun Americans with Disabilities Act. Menggunakan digital braille display dan papan ketik QWERTY, ia berkomunikasi dengan Obama. “Ini adalah sebuah pengingat bagi warga AS dan dunia untuk memberikan kepastian akses bagi para penyandang disabilitas untuk mengontribusikan talenta mereka di masyarakat,” ungkapnya.

Sri Mulyani (54), Menteri Keuangan RI
Penerima Finance Minister of The Year oleh Euromoney dan Emerging Markets ini mengundurkan diri dari jabatan Menteri Keuangan (periode 2005-2010) karena tersandung kasus penyelidikan penggelapan pajak Bakrie Group. Jabatan baru sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia kembali menjadikannya sorotan media nasional dan internasional. Namun, sejak 27 Juli lalu, ia rela melepas karier internasionalnya untuk menjadi Menteri Keuangan RI di pemerintahan Joko Widodo. “Melalui keuangan, kita dapat menyelesaikan masalah-masalah negara Indonesia,” ujar wanita paling berpengaruh nomor 38 oleh majalah Forbes ini, mengungkap motivasinya.

Susi Pudjiastuti (51), Menteri Kelautan & Perikanan RI
Kehadirannya mengguncang perpolitikan di Indonesia dengan kebijakannya menenggelamkan kapal-kapal asing ilegal yang mencuri ikan di lautan Indonesia. Hingga kini, lebih dari 240 kapal ilegal ia tenggelamkan, termasuk di antaranya kapal-kapal dari Cina, yang beroperasi di wilayah Kepulauan Natuna. Dalam dua tahun masa jabatannya, Susi bersama jajarannya berhasil menunjukkan portofolio yang memuaskan. Besar tangkapan ikan naik, dari 4,5 juta ton menjadi 6,5 juta ton, dan terus naik menjadi 7,3 juta ton. Dengan demikian, kuota impor yang biasanya mencapai 40%-60% bisa diturunkan. Tidak hanya mengalami surplus, industri perikanan, bersama dengan peternakan dan kehutanan, menyumbang 14% ekonomi negara dan menyediakan lapangan pekerjaan bagi  jutaan rakyat Indonesia.

Hillary Clinton (69), Politikus
Dua kali mencalonkan diri di pilpres Amerika Serikat dari Partai Demokrat, istri mantan Presiden AS Bill Clinton ini harus kalah telak dari pesaingnya, Donald Trump. Hasil penghitungan ini menjadi kontroversial di sepanjang sejarah pilpres AS, terutama  setelah nyaris semua media dan hasil survei meramalkan kemenangannya. Bahkan, majalah Newsweek telanjur memajang wajahnya di sampul depan mereka yang bertajuk  Madam President, sebagai Presiden AS terpilih. Rupanya, popularitas Hillary gagal memenangkan jalannya sebagai wanita presiden pertama AS.

Immatul Maisaroh (36), Konsultan TKW
Wanita kelahiran Kanigoro, Malang, Jawa Timur, ini namanya melejit sejak ia memberikan pidatonya di depan puluhan ribu delegasi Konvensi Nasional Partai Demokrat, di Pennsylvania, Amerika Serikat, Juli lalu. Pernah menjadi korban perbudakan manusia, dengan bantuan organisasi nirlaba Coalition to Abolish Slavery and Trafficking (CAST), Ima berhasil kabur dari majikannya di Los Angeles, California. Sejak itu, ia aktif di CAST sebagai koordinator para korban perbudakan dan perdagangan manusia. Tahun 2012, mantan Presiden AS, Barack Obama, menunjuk Ima menjadi salah satu anggota Gugus Tugas Pemantauan dan Pemberantasan Perdagangan Manusia (PITF), dan pada Desember 2015 Obama mengangkat Ima menjadi satu dari 11 anggota Dewan Penasihat Gedung Putih.

Isabella Springmuhl Tejada (19), Desainer
Wanita penyandang down’s syndrome asal Guatemala ini baru saja menyentak perhatian industri fashion dunia saat memamerkan koleksi busana rancangannya di panggung London Fashion Week, September lalu. Setelah pernah dua kali ditolak sekolah fashion di kotanya, dengan alasan Isabella tidak dapat mengikuti pelajaran, ia tetap menyalurkan kecintaannya pada dunia fashion dengan mendesain baju boneka berukuran besar. Kini ia mengkhususkan desain busananya bagi penyandang down’s syndrome yang selalu kesulitan mencari pakaian yang trendi dan pas dengan karakter tubuh mereka yang unik. “Saya ingin mendandani mereka dengan busana dengan tekstil warna-warni khas Guatemala,” ungkapnya.

Sri Wahyuni (21), Atlet Angkat Besi
Yuni, begitu ia akrab disapa, berhasil mengangkat beban dengan berat total 192 kg (snatch 85 kg dan clean & jerk 107 kg), berada di urutan kedua setelah Sopitan Tanasan dari Thailand yang berhasil menyabet medali emas di Olimpiade 2016 di Rio De Janeiro. Sebagai atlet pertama peraih medali, ia menebarkan semangat bagi atlet Indonesia lainnya. “Saya senang bisa meraih perak menjelang ulang tahun saya. Terlebih ini adalah pertama kalinya saya membela Indonesia di ajang olimpiade,” ujar Yuni, yang berulang tahun pada bulan Agustus.

Ibtihaj Muhammad (31), Atlet Anggar
Ia adalah atlet Olimpiade Amerika Serikat pertama yang mengenakan hijab. Penampilannya ini semakin mencuri perhatian dunia, ketika medali perunggu anggar berhasil dipersembahkannya untuk Amerika Serikat. “Saya berharap kemenangan di Olimpiade ini menjadi cara ampuh melawan stereotipe tentang Muslim dan warga Afrika-Amerika, bahkan wanita. Sebab sama seperti atlet lainnya, kami pun bekerja keras untuk pencapaian ini,” ungkapnya kepada The Guardian.

TopikIndo Sharing

Ingin menulis di TopikIndo.com? Kirimkan ke redaksi@topikindo.com
1. Lengkapi dengan biodata singkat dan akun Twitter di bawah tulisan
2. Minimal 900 kata, ditulis pada file Ms. Word
3. Tulisan belum pernah dipublikasikan di media apapun (blog, website, forum, dll)
4. Tambahkan alamat lengkap dan nomor HP (tidak dipublikasikan)

Komentar
To Top

Pin It on Pinterest