Mengatasi ISU Investasi Malaysia ,Kemendes Bikin Group sosial Media

Topik Dunia

Mengatasi ISU Investasi Malaysia ,Kemendes Bikin Group sosial Media

Mengatasi ISU Investasi Malaysia ,Kemendes Bikin group sosial Media

Topikindo.com – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Kementerian Desa Transmigrasi bersepakat membentuk pusat bantuan Indonesia-Malaysia demi mengatasi persoalan investasi yang dihadapi kedua negara. Rencananya, pusat bantuan segera dibentuk pekan depan.

“Kami sepakat membuat satu Pusat bantuan Malaysian Investasi Indonesia. Kalau ada persoalan-persoalan Malaysia investasi di Indonesia, Pusat bantuan itu akan menyelesaikan segera. Pusat bantuan akan dibuat segera, pekan depan,” Kata Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo ,

Eko Putro Sandjojo bertemu dengan Kementerian Perdagangan dan Industri Malaysia yang diwakili Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia, Darell Leiking.

Nantinya, Pusat Bantuan juga akan bertugas menyelesaikan persoalan investasi yang timbul dari kementerian lain atau pemerintah daerah. Untuk memudahkan hal tersebut, pihaknya akan langsung membuat grup di aplikasi pesan singkat WhatsApp.

“Jadi kalau ada masalah, supaya tidak birokratif kita langsung whatsapp. Jadi kami bisa atensi dan cepat mengambil keputusan .

Pihak Malaysia, Darell Leiking, mengatakan kedua pihak telah melakukan perbincangan bilateral terkait eksplorasi usaha antara Indonesia dengan Malaysia dan membahas upaya memperbaiki dan memperkuat hubungan kedua negara

“Eko Putro Sandjojo memberikan jaminan bahwa Indonesia bersedia menolong usahawan dan tenaga kerja dari Malaysia di Indonesia. Beliau memberi Solusi jika ada masalah tenaga kerja Malaysia kota pakai whatsapp saja. Kalau ada masalah di Malaysia kami pun beri jaminan yang sama,” Ujar Darell.

Ia menyebutkan investasi Malaysia di Indonesia tahun lalu tercatat sekitar US$7,2 juta. Jumlah itu membuat peringkat Malaysia meningkat dalam daftar negara investasi terbesar di Indonesia, yakni dari urutan kelima menjadi keempat.

Dalam tiga tahun belakagan , pemerintah memang telah memangkas lebih dari 1.200 regulasi dan meningkatkan ranking bisnis dari 102 ke ranking 72.

Komentar
To Top