Polisi Kejar Artis-Artis Lain yang Pesan Narkoba ke Pretty Asmara

Topik Artis 18+

Polisi Kejar Artis-Artis Lain yang Pesan Narkoba ke Pretty Asmara

Polisi menduga Pretty Asmara kerap menjadi penghubung artis ke pengedar narkoba. Polisi akan menelusuri artis-artis lain yang sering memesan narkotika lewat Pretty.

“Polisi tetap akan telusuri jaringan para artis yang konsumsi narkotika, masih ditelusuri apakah ada arti-artis lain yang suka pesan ke Pretty,” ujar Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Doni Alexander.

Doni mengatakan pihak kepolisian telah lama mendengar rumor soal keterlibatan Pretty dengan jaringan pengedar narkotika. “Kalau informasi kisaran ‘suara-suara’ begitu sudah lama,” ucapnya.

Pretty merupakan pemilik sebuah event organizer (EO). Ia kerap diminta mendatangkan sejumlah artis untuk event-event tertentu sesuai dengan permintaan kliennya.

“Dia adalah EO, nah kalau EO itu kan dia kumpulkan para artis pada saat acara. Tidak menutup kemungkinan mereka pesta saat ada acara. Tapi itu kan past ya masa lalu (kalaupun ada), tetapi kami fokus yang sekarang saja dulu sambil mendalami lagi apa ada komunikasi seperti itu sebelumnya,” tutur Doni.

Doni menjelaskan, pada Minggu (16/7) dini hari lalu, Pretty diminta rekannya, Alvin (DPO), mengundang sejumlah artis. Saat itu hadirlah 7 artis pendatang baru yang merupakan penyanyi hingga model dan pemain film di sebuah hotel di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

“Info dari Pretty, Alvin ini ada acara, dia (Alvin) yang undang (Pretty). Nah dia (Pretty) yang kumpulkan para artis itu. Katanya (Alvin ke Pretty) acaranya ya buat happy-happy saja, acara private party-lah,” ujarnya.

Alvin kemudian meminta Pretty mencarikan narkotika. Hingga akhirnya Pretty memesan sejumlah narkotika kepada Hamdani, seorang pengedar narkotika yang sudah lama ia kenal.

“Karena Hamdani ini meminta Pretty agar Alvin membayar secara tunai, maka Pretty meminta kepada Alvin. Kemudian diserahkan uang Rp 25 juta itu dari Alvin ke Pretty,” ucapnya.

Saat hendak menyerahkan uang kepada Hamdani di lobi hotel, Pretty pun ditangkap. Doni menyebut uang Rp 25 juta itu adalah uang hasil penjualan narkotika kepada Alvin. 

Komentar
To Top