Rupiah Rontok, Sentuh Rp14.935 per Dolar AS Hingga Malam ini

Topik Dunia

Rupiah Rontok, Sentuh Rp14.935 per Dolar AS Hingga Malam ini

Rupiah Rontok, Sentuh Rp14.935 per Dolar AS Hingga Malam ini

Topikindo.com– Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.935 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Malam ini, Selasa (4/9). Posisi ini melemah 120 poin atau 0,81 persen dari posisi sore kemarin, Senin (3/9) di Rp14.815 per dolar AS.

Pelemahan rupiah ini menjadi yang terburuk di antara mata uang negara Asia dan negara maju hari ini. Setelah rupiah, mengekor won Korea Selatan yang melemah 0,42 persen dan rupee India minus 0,37 persen.

Kemudian, dolar Singapura minus 0,31 persen, yen Jepang minus 0,3 persen, baht Thailand minus 0,27 persen, ringgit Malaysia minus 0,23 persen, pesi Filipina minus 0,2 persen, dan renmimbi China minus 0,15 persen.

Pelemahan juga terjadi di seluruh mata uang utama negara maju. Dolar Australia melemah 0,56 persen, euro Eropa minus 0,48 persen, franc Swiss minus 0,44 persen, dolar Kanada minus 0,4 persen, poundsterling Inggris minus 0,39 persen, dan rubel Rusia minus 0,35 persen.

Analis sekaligus Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pelemahan rupiah hari ini sejatinya berasal dari tekanan eksternal. Sebab, hampir semua mata uang di dunia juga melemah dari dolar AS.

Tekanan eksternal itu berasal dari perang dagang AS dengan negara mitranya, sentimen gejolak ekonomi sesama negara berkembang, hingga rencana kenaikan tingkat suku bunga acuan bank sentral AS, The Federal Reserve.

Namun, memang, lemahnya pertahanan dari dalam negeri, khususnya defisit transaksi berjalan membuat rupiah melemah lebih dalam dibandingkan mata uang lainnya. 

“Apalagi saat ini masalah impor dan pembatasannya terus dilakukan pemerintah, sehingga pasar masih terus menanti,” katanya kepada Topikindo.com, Selasa (4/9).

Lebih lanjut Ibrahim mengatakan pemerintah memang sudah sangat tersudut untuk bisa segera menjalankan langkah-langkah yang mampu mengurangi tekanan nilai tukar rupiah. Sebab, kurs rupiah saat ini sudah sangat mengkhawatirkan.

“Kemungkinan untuk mencapai level Rp15.000 per dolar AS sangat besar. Makanya, mungkin pemerintahan Kabinet Kerja perlu membentuk tim khusus penanganan rupiah, termasuk untuk menangkal dampak dari Turki dan Argentina,” pungkasnya.

Komentar
To Top