Ternyata Keluarga Pimpinan I.S.I.S Menetap dan Tinggal di Indonesia

Topik Nusantara

Ternyata Keluarga Pimpinan I.S.I.S Menetap dan Tinggal di Indonesia

Munculnya Kelompok teroris bersenjata ISIS yang sudah menjadi momok masyarakat dunia tentu semakin ramai diperbincangkan diberbagai portal berita. Meski ramai mendapat kecaman dan bahkan menjadi musuh bersama masyarakat dunia, organisasi radikal ini semakin tahunnya semakin berkembang dan banyak merekrut para anggota baru.

Terkenal sebagai organisasi frontal dan kejam, kiprah ISIS tentu sudah tak bisa dipungkiri kekejamannya. Ribuan terror dan ancaman yang dilancarkan kelompok ini sudah sejak lama menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Teror yang awalnya ditujukan kepada oknum-oknum berkepentingan tertentu, kini mulai beralih dan meluas menyisir masyarakat sipil.

Jelas, keberadaan ISIS di seluruh dunia menjadi sebuah pantangan dan senantiasa dihalau oleh hampir seluruh petinggi pemerintahan di dunia. Namun siapa sangka, jika di negara kita, Indonesia, terdapat keluarga besar petinggi kelompok radikal bersenjata tersebut, Abu Bakar al Bhagdady. Mereka bahkan sudah lama tinggal dan menetap di Indonesia tepatnya di wilayah Solo, Jawa Tengah.

Namun keberadaan keluarag Abu Bakar al Bhagdady ini agaknya tak perlu dirisaukan dan membuat cemas. Hal ini dikaenakan mereka memiliki kontra paham dengan ajaran radikal yang dibawa ISIS. Sempat mendapat pengaruh dari Abu Bakar al Bhagdady, nyatanya mereka menolak dan memilih untuk menetap di Solo Jawa Tengah.

Penjelasan BIN Terkait Keluarga Pimpinan Tertinggi ISIS yang Menetap di Indonesia

Hal ini juga sempat dibenarkan oleh Direktur Komunikasi dan Informasi Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto. Pihak BIN bahkan sudah lama menjalin komunikasi dengan keluarga pimpinan ISIS dan menjamin jika mereka tidak termasuk dalam keanggotaan kelompok radikal tersebut. Mereka bahkan mangkir dan menolak ajaran yang dibawa oleh sang kerabat.

Abu Bakar al Bhagdady dan keluarga tersebut masih dalam satu garis keturunan yang berasal dari Yaman, Timur Tengah. Kendati demikian, Purwanto tak bisa mengungkap identitas keluarga tersebut demi alasan keamanan. Namun, Purwanto menghimbau kepada masyarakat, masyarakat Solo khususnya untuk tak merisaukan hal ini dikarenakan pihaknya menjamin ketidak ikutsertaan keluarga tersebut dalam ISIS.

Putwanto bahkan merasa optimis dengan keberaan keluarga pimpinan ISIS tersebut di Solo Jawa Tengah. Pasalnya, menurut Purwanto, adanya keluarga tersebut dapat dimanfaatkan sebagai upaya deradikalisasi. Semoga!

To Top