Trump Membantu Calon Hakim yang Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Di Amerik Serikat

Topik Dunia

Trump Membantu Calon Hakim yang Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Di Amerik Serikat

Trump Membantu Calon Hakim yang Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Di Amerik Serikat

Topikindo.com- Presiden Donald Trump membela Brett Kavanaugh, calon hakim Mahkamah Agung Amerika Serikat yang dituduh pernah melakukan pelecehan seksual puluhan tahun silam.

Trump mengatakan bahwa segala tudingan ini hanya permainan Partai Demokrat belaka untuk menjegal langkah Kavanaugh menjadi hakim Mahkamah Agung.

“Demokrat melakukan permainan penipuan, mereka tahu itu. Memalukan kalian dapat melakukan itu terhadap hidup seseorang,” Kata Trump.

Sejak tudingan ini bergulir, Partai Republik memang selalu menuding Partai Demokrat sengaja menyebar isu ini sebagai kampanye gelap.

Isu ini menjadi perhatian publik setelah dua perempuan mengaku pernah menjadi korban pelecehan seksual oleh Kavanaugh, salah satunya seorang profesor psikologi di Universitas Palo Alto, Christine Blasey Ford.

Ford mengaku dilecehkan oleh Kavanaugh pada 1982, ketika keduanya masih bersekolah di Maryland. Kala itu, Kavanaugh masih berusia 16tahun, sementara Ford dua tahun lebih muda.

Kavanaugh mengklaim bahwa saat itu Kavanaugh mencoba membuka bajunya ketika sedang mabuk di sebuah pesta.

Belum reda isu Ford, seorang perempuan lainnya, Deborah Ramirez, mengaku pernah dilecehkan oleh Kavanaugh saat keduanya menjadi mahasiswa di Universitas Yale pada 1983-1984.

Dalam sebuah artikel di majalah New Yorker, Ramirez mengaku Kavanaugh mendekatinya saat mabuk di sebuah pesta di asrama.

Trump pun mempertanyakan kebenaran pengakuan kedua orang ini, terutama karena mereka mengaku mabuk.

Untuk mendalami kisruh ini, Ford dan Kavanaugh akan memberikan kesaksian di hadapan Senat AS pada Kamis (27/9) waktu setempat.

“Saya ingin proses yang adil di mana saya dapat mempertahankan integritas saya dan saya berkata jujur sekarang. Saya tahu rekam jejak hidup saya dan saya tak akan membiarkan tudingan salah menghalangi saya,” kata Kavanaugh.

Sementara itu, menjelang sidang Ford mengirimkan surat kepada Ketua Komite Partai Republik, Chuck Grassley, berisi keluhan bahwa ia menerima ancaman kematian. Ford pun meminta agar sidang itu dapat berjalan adil.

“Saya memang takut, tapi tolong ketahui, ketakutan saya tidak akan menghalangi saya untuk memberikan keterangan, dan Anda akan mendapatkan jawaban semua pertanyaan Anda,” tulis Ford. 

Komentar
To Top